Menjauhi Makanan Haram

Sebagai seorang muslim kita harus berusaha menghindari atau menjauhi makanan yang haram. Agar dapat menghindari makanan yang diharamkan, hendaklah diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Tanamkan di dalam diri sikap tidak suka terhadap makanan yang diharamkan. 
  2. Hendaklah dipahami betul macam-macam makanan yang diharamkan. 
  3. Jika terdapat keraguan terhadap makanan tersebut tanyakanlah kepada ulama terdekat. 
  4. Bersikap hati-hati terhadap makanan yang telah diolah atau dalam kemasan. 
  5. Tanamkan keyakinan di dalam diri bahwa makan sesuatu yang haram akan merusak dan membahayakan jiwa kita. 
  6. Menjauhi pergaulan yang mengarah pada makanan yang haram


Akibat Mengkonsumsi Makanan Haram
Ada beberapa akibat yang akan menimpa orang yang makan makanan haram, antara lain:

a. Makanan haram akan merusak kesehatan.
Apa yang dikonsumsi seseorang ke dalam perutnya memiliki hubungan sangat erat dengan qalbunya. Mengonsumsi makanan haram akan merusak qalbu/hati dan menjadikannya tidak sehat.

b. Doa tidak dikabulkan.
Karena makanan haram menghalangi terkabulnya doa dan diijabahi permohonan. Dalilnya, hadis Nabi Saw. menyebutkan seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Orang itu mengangkat  tangannya ke langit seraya berdo'a: ‘ Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.’ Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya
dari yang haram dan dikenyangkan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do 'anya?” (HR. Muslim) 

c. Merusak amal-amal shalih. 
Akibatnya, makanan yang haram menyebabkan amal-amal ibadah tidak diberi pahala. Rasulullah Saw. bersabda: 
Artinya:
Shalat tidak diterima tanpa bersuci dan shaqadah yang dari kecurangan tidak akan diterima. (HR. Muslim)

d. Hina dan rendah. 
Mengonsumsi makanan haram akan menjadikan hina dan rendah diri karena dia hidup di atas kezaliman terhadap orang lain, memakan harta mereka dan merampas hak-hak mereka. Sehingga hatinya menjadi hina dan jiwanya juga. Rasulullah Saw. bersabda:


Artinya:
Dan dosa adalah sesuatu yang membuat goncang hatimu dan engkau tidak suka orang-orang mengetahuinya. (HR. Muslim)

e. Menyebabkan keturunannya rusak. 
Yakni makanan haram yang dikonsumsi seseorang untuk dirinya dan keluarganya akan menyebabkan keturunannya menjadi rusak agama dan akhlaknya. Allah tidak menjaga mereka sebagai hukuman atas perbuatan orang tua yang mengambil yang haram. Karena anak yang shalih, baik, dan patuh menjadi pembahagia dan permata untuk orang tuanya. Allah mencabut kebahagiaan ini dari hidupnya.



TUGAS:
TULISLAH HADITS DI BAWAH INI...! 














Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala itu baik (thayyib), tidak menerima kecuali yang baik (thayyib). Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin seperti apa yang diperintahkan kepada para Rasul. Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shalih.’ (QS. Al-Mu’minun: 51). Dan Allah Ta’ala berfirman, ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah dari rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu.’ (QS. Al-Baqarah: 172). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan seseorang yang lama bepergian; rambutnya kusut, berdebu, dan menengadahkan kedua tangannya ke langit, lantas berkata, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku.’ Padahal makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, bagaimana mungkin doanya bisa terkabul.” (HR. Muslim)

Komentar