Al-Ghaffar berasal dari fi’il madhi “ghafara”, yang berarti menutupi. Dalam hal ini bararti Allah Swt Maha Pengampun. Allah Swt menutupi dosa hamba-hamba-Nya karena kemurahan dan keluasan ampunan-Nya. Selain memiliki makna tersebut, al-Ghaffar juga dapat berarti Allah Swt menganugerahkan sifat penyesalan kepada hambahamba-Nya sehingga bisa menjadi obat penawar sekaligus penghapusan dosa.
Al-Qur’an menyebut kata “Ghaffar” sebanyak lima kali, tiga kali berdiri sendiri sebagaimana terungkap dalam QS. Nuh (71: 10) dan QS. Thaha (20: 82), sedang dua kali lainnya dirangkai setelah penyebutan sifat dan nama Indah lainnya, yaitu al-Aziz.
"Sesungguhnya Tuhanmu sangat luas maghfirah-Nya." (QS. At-Taubah: 117).
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ اِنَّهٗ كَانَ غَفَّا راۙ ١
Artinya: maka aku berkata (kepada mereka), “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun, (QS. Nuh [71]: 10)
وَاِنهِيْ لَغَفَّا ر لِهمَنْ تَابَ وَ امَنَ وَعَمِلَ صَالِ حا ثُمَّ اهْتَدٰى ٨
Artinya: Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk. (QS. Thaha [20]: 82).
Anak-anakku, dosa itu adalah kegelapan. Dosa itu adalah sesuatu yang mengganggu pikiran dan hati. Perasaan tidak tenang dan selalu merasa bersalah adalah
bagian dari tanda bahwa kita melakukan perbuatan dosa, apapun bentuk perbuatan dosa tersebut. Nah, kalau dosa diampuni maka hati menjadi tenang dan pikiran menjadi terang, ketika itulah Allah Swt berarti telah mengobati seseorang yang sedang risau hatinya karena dosa-dosa yang dilakukannya.
Tidak cukup Allah Swt mengampuni dosa-dosa tersebut, tapi Allah Swt juga menutupi kesalahan-kesalahan kita. Alangkah banyaknya orang yang berdosa di dunia ini, alangkah banyaknya orang yang berbuat maksiat, tetapi Allah Swt tutupi aib-aib itu, agar tidak diketahui yang lainnya.
Komentar