A. PENGERTIAN ISTIGHFAR
Istigfar atau اَسْتَغْفِر اَللَه الْعَظِیْمَ adalah tindakan meminta maaf atau memohon ampunan Allah SWT atas segala dosa yang telah dilakukan.
Arti dari kalimat اَسْتَغْفِرُ هَ اَللَ الْعَظِیْمَ di atas adalah “Aku mohon ampun kepada Allah Swt Yang Maha Agung”. Kalimat ini harus sering diucapkan oleh kita sebagai seorang muslim yang selalu butuh ampunan dari Allah Swt, Karena itu setiap detak jantung kita, sebaiknya kita iringi dengan istigfar, karena istigfar merupakan bentuk bertaubat kepada Allah Swt. Namun, dengan istigfar saja belum cukup. Kalau kita salah atau berdosa, segera beristigfar, menyesali atas kesalahan atau dosa, berjanji tidak mengulangi dan langsung ditutup dengan perbuatan baik.
B. LUASNYA AMPUNAN ALLAH SWT.
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah yang bertaubat dan memohon maaf atas kesalahannya. Allah SWT berfirman dalam QS. al-Baqarah, Ayat 222.
.…اِنَّ اَللَه يُحِبُّ التَّوَّابِیْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَ هِ هرِيْنَ ٢٢٢
Artinya: …. Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (QS. al-Baqarah [2]: 222)
Tata-cara untuk meminta maaf ketika bersalah atau berdosa adalah; apabilabersalah kepada Allah Swt. dengan memperbanyak membaca Istigfar dan berjanji tidak akan mengulangi, sedangkan kepada manusia disamping membaca Istigfar, juga bertemu dan meminta maaf secara langsung kepada orang yang bersangkutan. Apabila kita telah melakukan demikian, Allah Swt. mengampuni salah dan dosa kita. Mudahkan? Karena Allah Swt. memiliki sifat Maha Pengampun. Rahmat dan ampunan Allah Swt teramat besar. Betapapun besarnya dosa seorang hamba Allah Swt, bahkan seisi langit dan bumi sekalipun, namun jika dia insyaf dan bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka dosa tersebut bisa terhapus.
C. RENDAH HATI DAN PEMAAF
Rendah hati atau tawaduk merupakan suatu sikap menyadari keterbatasan kemampuan diri, dan ketidak mampuan diri sendiri, sehingga seseorang tidak menjadi angkuh, dan tidak pula sombong. Dengan sikap dan sifat rendah hati pada diri kita, maka akan mudah menjadi seorang yang pemaaf, sebab dengan rendah hati kita akan memiliki kemampuan untuk mengakui kesalahan diri, ketidak sempurnaan, kesenjangan / keterbatasan diri dan keterbukaan untuk menerima kritkan, masukan ide-ide baru, dan saran.
Ada beberapa ciri pada seseorang yang memiliki sikap dan sifat rendah hati dan pemaaf, yaitu:
1. Tidak suka atau tidak berambisi menjadi orang terkenal.
2. Menjunjung tinggi kebenaran dan bersedia menerimanya (sportif dan jujur)
3. Tidak segan dan malu bergaul dengan fakir miskin bahkan membantu mereka.
4. Ringan tangan dalam membantu orang-orang yang memerlukan bantuan
5. Tidak merasa berat berterima kasih atas kebaikan orang lain dan tidak keberatan untuk memaafkan mereka yang telah berbuat salah
D. HIKMAH ISTIGHFAR
Hikmah dibalik pembiasaan kita membaca اَسْتَغْفِرُ اَللَهَ الْعَظِیْمَ dalam setiap saat yang kita lakukan adalah:
1. Hati menjadi tenang
2. Diampuni salah dan dosanya oleh Allah Swt.
3. Diberikan kelapangan rezeki
4. Selalu memiliki sikap rendah hati dan tidak sombong
Oleh karena itu marilah kita selalu membaca Istigfar setiap saat dan di manapun berada sebanyak yang kita mampu agar hidup kita lebih berkah dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Meniru sikap Rasulullah Saw. yang setiap bangun tidur beristigfar 70 kali. Bahkan di dalam hadis lain 100 kali, padahal Rasulullah Saw. adalah manusia maksum dan dijamin masuk surga, namun begitu hebat istigfarnya kepada Allah SWT.
--------------------------------------
Sumber: ebook Akidah Akhlak Kelas VI MI

Komentar