Bayar Biaya Kuliah

Sejak dua Minggu yang lalu, isteri menitipkan uang untuk bayar biaya kuliah semester 3 di Bank BRI. Seperti biasa, saya yang pelupa baru sempat menyetorkannya hari ini.

Mungkin saya bisa dibilang abai dengan tugas ini, karena mesti tidak sesuai dengan permintaan isteri. Tapi tabiat saya selalu santai dengan persoalan semacam ini, bahkan kadang saya lebih sering bayar terlambat, seperti dosen yang terlambat masuk kelas. 😁

Sebuah kesyukuran yang mendalam, mampu membayar lebih awal tanpa dihantui rasa cemas akan ancaman tidak bisa mengikuti perkuliahan. Alhamdulillah. Tapi ada satu hal yang mengganjal dalam hati, karena sebelum berangkat ke Bank, saya sempat ngobrol dengan adik bungsuku yang juga masih kuliah.

 "Oh iya, sudah mau bayar uang kuliah lagi ya kak", sambil menghela nafas adikku memberi tau. Aku diam, karena aku sudah tau bahwa adikku belum ada uang untuk bayar SPP.

Bapak yang menjadi satu satunya harapan dia, hanyalah seorang tukang becak, yang penghasilannya hanya cukup untuk dimakan. Saya yang guru luar negeri alias honorer sudah pasti tak mampu berbuat banyak, saya hanya menatap senyum adikku yang tertahan karena ketidakpastian. Semoga masih ada rejeki. Bismillah.



Grujugan.
Jumat, 24 Agustus 2018

Komentar